tiba2 hp gue geter2 gakjelas. ada apa ini? kenapa?!! kenapa?! oke, gue emang lebay! guepun segera mengambil hp gue dan ternyata dicky yg nelpon gue.
"halo, iya dick, knp?" tanya gue.
"gini thi, kita ketemuan bentar aja. please, gue mau nanya2 soal nanda" jawabnya sedikit memelas.
"aduh, gimana ya?" ujar gue.
"please thi please" katanya lg.
"oke deh, dimana?" tanya gue.
"ngg, restorannya nanda? gimana lo mau kan?" tanyanya.
"oke deh" jawab gue yg langsung berubah ceria, secara restoran nanda itu enak banget tapi sayangnya gak sesuai sama kantong gue. kata nanda sih kalo mau sesuai dengan kantong ke cafe-nya aja dideket daerah kemang gitu. gue gakbisa bayangin restorannya aja kayak begono gimana cafe-nya?
"rang, ntar gue turun di mall itu ya" tunjuk gue kesebuah mall.
"mau ngapain thi?" tanya morgan.
"si dicky, mau nanya2 tentang nanda tuh" jawab gue dengan amat sangat jujur.
"yah, aku ditinggal lagi nih" ujar morgan kecewa.
"eh? gak kok, bentar doang, ntar malem aku telpon deh. janji!" kata gue sambil tersenyum kepadanya.
"yaudahdeh" katanya sambil tersenyum ke gue.
beberapa menit kemudian guepun nyampe ke mall itu.
guepun nunggu lift dan akhirnya gue nyampe ke restorannya nanda.
guepun nyari2 sosok seseorang bernama dicky.
akhirnya gue nemuin tuh orang lg ngelamun.
"woi!" teriak gue ke kupingnya.
"gakpake toa berapa mbak?" tanya dicky ke gue.
"udah deh to the point aja, lo ngapain ngajak gue kesini?" tanya gue.
"gue mau nanya soal nanda" jawabnya datar.
"oke, nanda itu suka sama yg namanya basket, photography, piano dan dicky" ujar gue singkat.
"gitu doang? nyesel amat gue ngajak lo kesini, pake bayarin lo makan segala lagi" kata dicky sewot.
"ye, si akang ngambek, ya nggak itu doang lah ky" ucap gue kepadanya.
"trus?" tanyanya.
"dia gaksuka kalo ada cewek yg ngedeketin cowoknya, orangnya emosional, cepet cemburu, baik kesiapapun kalo orang itu juga baek ke dia, gak peduli sama barang yg lagi nge-tren kecuali kalo barang itu ada hubungannya sama photography dan kamera, dia juga gak peduli sama apa yg dia pake, dia gak peduli fashion, dan dikameranya banya foto elo sama dia" jawab gue.
"demi apa? banyak foto gue sm dia dikameranya?" tanya dicky shock.
"demi elo balikan sama dia, dia juga lagi ngincer kalung bentuk kamera yg waktu itu dia liat di aussie" kata gue.
"oh gitu,lo makan deh sepuasnya sampe lo kenyang. ntar gue yg bayar" ucapnya sambil tersenyum lebar kayak dapet duit 1milyar.
"eh iya, makasih" kata gue.
lalu dicky beranjak bangun dari tempat duduknya.
"eh, lo mau kemana?" tanya gue penasaran.
"ntar kan gue pengen kerumah nanda masa gak bawa apa2? gak enak kan, jelas2 gue cowoknya. tunggu sini aja ntar gue balik lagi" jawabnya sambil berjalan keluar restoran.
guepun dengan senang hati memesan apa yg lagi gue pengenin sayang kan kalo kesempatan kayak gini dibuang? lagian dicky juga jarang nraktir gue.
stelah beberapa lama, dickypun kembali dengan kotak berwarna putih ditangannya.
"itu apaan dick? kok lo tau warna kesukaan nanda?" tanya gue heran.
"oh ini kalung yg nanda pengenin itu, oh jelas dong gue tau soalnya gue perhatiin barang2 yg slalu dia bawa itu warna putih lu liat aja torch, iPhone, sama iPod-nya warna putih" jawab dicky.
"iPad-nya juga kok, innovanya juga" kata gue.
"ngapa ngomongin kayak begituan?" tanya dicky.
"kebawa jawaban elu gue dick" kata gue sambil ngakak.
"yaudah, lu udah selesai belum makannya? ntar gue anterin pulang deh" ujar dicky.
"udah" jawab gue sambil beranjak dari tempat duduk.
setelah lumayan lama berjalan berdua dengan dicky akhirnya gue dan dicky masuk kemobilnya.
"eh, dick, lu gakpapa nganterin gue?" tanya gue.
"gakpapalah" jawabnya santai.
selama perjalanan gue dan dicky pun hanya terdiam.
akhirnya sampai juga gue dirumah.
setelah basa-basi sebentar akhirnya dicky pun pergi.
sesuai janji gue, gue bakal nelpon morgan.
dan akhirnya guepun keasikan telponan sama morgan dan gak inget kalo gue punya PR mat.
*nanda dan dicky*
bel berbunyi berkali2 dengan malasnya ci alika ngebuka pintu.
"eh, elo dick? nyari nanda? keatas aja sono" katanya yg kaget akan kedatangan dicky.
"pelan2 bisa kali ci" ujar dicky sewot.
"lu kayak gak tau gua aja" ucap ci alika sambil ketawa.
"langsung keatas ya ci" kata dicky.
dickypun berlari2 kecil ditangga.
dicky membuka pintu dengan sangat pelannya.
terdengar dentingan piano dari arah pintu yg sedang terbuka.
lagu 'leaving on the jet plane' pun berhasil membuat dicky terhipnotis.
KREK
"siapa ya?" tanya seorang cewek.
"ini aku nand, dicky" jawab dicky.
"ngg, masuk dick" ujar nanda malu2.
dickypun memandang sekelilingnya disitu banyak banget alat musiknya paling yg bisa dia mainin cuma drum sama gitar.
"bisa maen sesuatu alat musik?" tanya nanda sambil menatap dicky penuh arti.
"cuma bisa gitar sm drum doang, kamu?" dicky balik bertanya.
"hampir semua alat musik yg ada disini bisa kecuali itu" jawab nanda menunjuk saxophone.
"ohehe" ujar dicky cengengesan.
"mau main drum atau gitar?" tanya nanda lagi.
"boleh" ujar dicky sambil beranjak kearah gitar yg ditaruh tepat disamping biola.
lalu dicky pun menyanyikan sebuah lagu yg dijamin bisa ngebuat lo pada nge-fly.
selesai dicky bernyanyi refleks nanda langsung tepuk tangan.
"keren dick" katanya.
"wah, iyadong" ujar dicky.
"kamu mau ngapain kesini?" tanya nanda curiga.
"mau nengokin pacar aku tercinta yg akhir2 ini ngambek sama aku" ledek dicky.
"ih dicky apaansih" jerit nanda.
"haha, yaudah nih untuk kamu" ujarnya sambil memberikan kotak berwarna putih kepada nanda.
nanda pun membukanya lalu nanda pun kaget setengah mati.
"kamu tau darimana kalo aku lagi kepengen kalung ini?" tanya nanda kaget.
"dicky gitu lho"
"yee, narsis!" teriak nanda sambil menatap kalung itu.
"suka sm kalungnya?" tanya dicky.
"iya, makasih banget ya dick" jawab nanda.
"sini aku pakein" kata dicky sambil berdiri meraih kotak yg dipegang nanda.
setelah dicky memakaikannya nanda tersenyum dan langsung memeluk dicky.
"maafin aku ya?" tanya nanda.
"udah, aku maafin kok" jawab dicky langsung mengecup kening nanda.
tunggu part 19nya yaaa^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar