pagi ini gue lalui seperti hari biasanya tak ada yg berbeda cuma satu yg berbeda gue udah punya pacar mamen!
gue masih aja teringat tentang keluarga nanda, dan hari ini cicinya nanda masuk ke sekolah kitorang dia menempati kelas 12 yap, sama kayak ko amsyar dan rafaell, seharusnya dia udah kuliah tp dia telat mulu sekolahnya kata nanda. biasalah anak gahoelzs yg jarang sekolah-_-bzz
pagi ini gue dijemput morgan lg, dengan sekonyong2 gue masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai guepun turun untu sarapan. muka gue keliatan agak pucet sebenernya gue gakpapa cuma kurang tidur aja gara2 nyelsain pr mat dari pak budi yg naujubilah min dzalik susahnya, gaktau deh jawabannya bener semua apa kagak. setelah itu guepun mendengar klakson motornya morgan, guepun berlari2an keluar.
"pagi" sapa morgan.
"pagi" jawab gue sambil memaksakan diri buat tersenyum.
morgan ngeliatin gue dari atas sampe bawah, gue yg gaksuka diliati kayakgitu pun bertanya.
"ada yg salah sama aku?" tanya gue.
"gak kok, kamu kurang tidur ya?" morgan balik bertanya.
"iya, masih ngantuk semalem begadang nyelsain tugas dari pak budi." jawab gue dengan sejujur2nya.
"tumben, biasanya gak ngerjain. ntar pas nyampe sekolah baru deh grasak grusuk nyari contekan." ledek morgan.
"ah morgan, apaansih" kata gue setengah berteriak sambil memukul bahunya, ya gue emang kayakgitu kalo ada tugas dari pak budi.
"yaudah gih naek, ntar telat lho" kata morgan.
guepun naik ke motornya morgan.
*nanda*
"ma pa, alika mau ngelanjutin kuliah ke aussie" ujar ci alika dengan cueknya.
"oh, boleh. kalo itu mau kamu." jawab mama dengan tenangnya.
"ma aku di ikut ci alika deh" kata ko amsyar.
"hmm, silahkan" kata mama "nanda mau ngelanjutin kemana?" sambung mama.
"ketempat dimana semua orang gak kenal sm nanda, nanda mau memulai hidup nanda yg baru ma, membuka lembaran baru, dan mungkin nanda akan ikut mereka berdua" ucap nanda dengan polosnya.
mereka yg sedang sarapan dimeja itu pun kaget mendengar jawaban nanda.
"are you sure?" tanya papa.
"ya pa, nanda yakin seyakin2nya" jawabnya.
tin.. tin..
"pa ma ko ci, nanda duluan kasian dicky udah nungguin nanda" pamitnya.
diluar..
"hey sayang, pagi" jerit dicky.
"hey, pagi" kata nanda lesu.
"kamu sakit? kalo sakit gak usah sekolah dulu" kata dicky khawatir.
"gak kok, aku cuma gak enak badan aja" ucap nanda.
"yaudah yuk, naik" cetus dicky.
*rani*
rani yg sedang ingin mengeluarkan jazz putihnya dikagetkan dengan sebuah mobil CR-V silver yg sedaritadi membunyikan klaksonnya. dengan muka jengkel rani keluar untuk menceramahi pengemudi mobil tersebut karna bunyinya mengganggunya.
"hey, ran yuk berangkat" dengan muka cengoknya rani terus menganga melihat seorang cowok yg sedang ada didepannya.
"rangga? ngapain disini?" tanya rani.
"ya mau jemput pacar akulah, emg siapa lg cewek yg tinggal disini yg sekarang menjabat menjadi pacar aku?" tanya rangga dengan senyum khasnya.
"eh ngg" ujar rani salah tingkah.
"yaudah yuk masuk" kata rangga.
disekolah...
"ciee nanda dicky, thiya morgan, rani rangga, lha gue siapa?" kata yasmin sambil mengaduk2 es jeruknya.
"aku kamu" kata bisma spontan.
"cieeee" teriak kami semua.
"jadian dong, tembak bis tembak" ujar melin.
"engg, gimana ya? aduh gimana ya?" kata bisma sok jual mahal.
"alay deh bismaaa!" jerit andin.
"udah nyelsain tugas dari pak budi?" tanya gue ke nanda.
"udah, kenapa mau nyontek?" nanda balik bertanya.
"eh? bukan nyontek sih, tapi mau nyamain doang" ujar gue.
"trus kalo udah disamain masih ada yg salah kamu tetep pake jawaban aku kan?" tanya nanda mengangkat alisnya.
"hehe iya" jawab gue cengengesan.
"sama aja thiyaaa" nanda berteriak gemes. nanda adalah salah satu orang yg paling jago matematikanya, jadi ada pr mat yg gak gue ngerti tinggal telpon nanda selesai deh tuh pr.
"nih" ujar nanda sambil menyodorkan bukunya.
"nanda gue juga liat donggg!" jerit mereka semua.
"eh? kalian belum pada ngerjain?" tanya nanda kebingungan.
"beluuuum, liat ya please" ujar yasmin sambil memelas.
"yaudah liat aja sono" kata nanda sambil tersenyum.
*singkaaaaaat*
istirahat...
gue nemenin nanda ke sebuah pohon yg rindang dan sejuk *lebeh.
gue mau dengerin curhat dia.
"thiya, aku mau ngasih tau sesuatu tapi thiya jgn blg siapa2" katanya.
"iya, tenang aja" ujar gue.
"selesai sma aku mau ke aussie aku mau pindah kesana, aku mau membuka lembaran baru, aku pingin memperbaharui hidupku, aku mau ngelupain semua masa laluku thi" ucapnya.
"nan, lo harus kuat" ujar gue menyemangatinya.
"hidup ini penuh rintangan thi, kadang suka kadang duka, maafin aku thi kalo aku punya salah sama kamu" katanya sambil memeluk gue.
dari kejauhan ada seseorang yg mendengarkan percakapan nanda dan thiya.
siapakah org itu?
tunggu part 8nya yoo^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar